Masa Perkembangan Islam di Dunia (Bagian 1)

Perkembangan Islam - Setelah pada postingan sebelumnya Dunia Sejarah telah share mengenai Masa Awal Kedatangan Islam. Maka bagaimana setelah Islam datang? Tentunya Islam mampu berkembang dan menjadi agama yang besar. Postingan kali ini, akan mengulas mengenai perkembangan Islam setelah Nabi Saw dan Khulafaur Rasyidin, yaitu perkembangan Islam pada masa dinasti Umayah. Berikut ulasan ringkasnya:


Dalam literatur sejarah, Dinasti Umayah selalu dibedakan menjadi dua: pertama, Dinasti Umayah yang didirikan oleh Muawiyah Ibn Abi Sufyan yang berpusat di Damaskus (Syiria). Fase ini berlangsung sekitar satu abad dan mengubah system pemerintahan dari sistem khalifah kepada sistem kerajaan atau monarki dan kedua, Dinasti Umayah di Andalusia (Iberia).

Masa Perkembangan Islam di Dunia (Bagian 1)

Peradaban Dinasti Umayah

Peradaban Umayah di Syiria (661- 680)
Dinasti Umayah di Syiria (Damaskus) berlangsung selama 91 tahun dengan jumlah khalifah 14 orang (Siti Maryam, dkk. 2003: 79). Khalifah yang dipandang memajukan umat Islam adalah Abd al-Malik dan Umar Ibn Abd al-Aziz. Umat Islam ketika itu telah bersentuhan dengan peradaban Persia dan Bizantium. Oleh karena itu, Muawiyah juga bermaksud meniru cara suksesi kepemimpinan yang ada di Persia dan Bizantium, yaitu monarki (kerajaan). Akan tetapi, gelar pemimpin pusat tidak disebut raja, mereka tetap menggunakan khalifah dengan makna konotatif yang diperbaharui.

Ekspansi wilayah oleh Bani Umayah dalam rangka memperluas wilayah kekuasaan, dilakukan sebagai lanjutan dari ekspansi yang dilakukan oleh para pemimpin Islam sebelumnya. Muawiyah berhasil menaklukan Tunis, Khurasan sampai ke sungai Oxus dan Afganistan sampai Kabul; dan angkatan laut Muawiyah menyerang Konstantinopel (ibu kota Byzantium). Ekspansi ini kemudian dilanjutkan oleh khalifah Abd al-Malik. Ia berhasil menunduka Balkh, Bukhara, Khawarizm, Fergana, Samarkand, dan bahkan sampai ke India dengan menguasai Balukhistan, Sind, dan daerah Punjab samapai Maltan.

Selain itu, Walid Ibn al-Malik adalah khalifah yang berhasil menundukan Maroko dan al-Jazair. Kemudian serangan juga dilanjutkan ke Eropa atas pimpinan Thariq Ibn Jiyad. Tentara Spanyol dapat dikalahkan oleh pasukan Thariq, oleh karena itu, ibu kota spanyol, Kordova, dapat dikuasai. Setelah itu dikuasai pula kota Seville, Elvira, dan Toledo. Pada zaman Umar Ibn Abd al-Aziz, serangan dilakukan ke Prancis yang dipimpin oleh Abd al-Rahman Ibn Abd Allah al-Gafiqi. Di Prancis umat Islam berhasil menundukan Bordeau dan Poitiers, kemudian serangan dilanjutkan untuk menundukan kota Tours. Namun al-Ghafiqi mati terbunuh, akhirnya tentara Islam mundur dan kembali ke Spanyol (Badri Yatim. 43-44).

Harun Nasution menjelaskan bahwa keberhasilan penaklukan yang dilakukan oleh Dinasti Umayah membuat wilayah Dinasti Umayah begitu luas sehingga mencakup Spanyol, Afrika Utara, Syiria, Palestina, Jazirah Arabia, Irak, sebagian Asia Kecil, Persia, Afganistan, India, daerah yang sekarang disebut Pakistan, Purkmenia, Uzbek, dan Kirgis di Asia Tengah (Harun Nasution, 62).
Peradaban Umayah di Andalusia
Andalusia adalah nama bagi semenanjung Iberia pada zaman kejayaan Umayah. Umat Islam mulai menaklukan semenanjung Iberia pada zaman khalifah al-Walid Ibn Abd al-Malik (86-96 H/705-715). 
Kemajuan Dinasti Umayah di Andalusia dicapai pada zaman al-Munatshir, pengganti Abd al-Rahman al-Dakhil. Kemajuan Kordova ditandai dengan pembangunan kota satelit yang di dalamnya terdapat gedung-gedung istana megah; istana yang dikelilingi oleh taman di sebelah barat laut Cordova; mesjid jami Kordova (786 M) yang hingga kini masih tegak.

Pada abad 9 Masehi, para pelajar Andalusia banyak yang pergi ke Bagdad untuk belajar filsafat. Perkembangan filsafat mendorong berkembangnya ilmu eksakta, antara lain matematika. Ilmu pasti yang dikembangkan orang Arab berpangkal dari buku India, yaitu Sinbad, yang diterjemankan ke dalam bahasa Arab oleh Ibrahim al-Fazari pada tahun 771 M. dengan penerjemahan buku ini, kemudian Nasawi (pakar matematika) memperkenalkan angka-angka India (0,1,2 hingga 9)(Nurcholish Madjid dkk, 1994:. 269). Sehingga angka-angka India di Eropa dikenal dengan Arabic number. Disamping itu, ulama Arab telah menciptakan ilmu tumbuh-tumbuhan untuk kepentingan pengobatan sehingga melahirkan ilmu apotek dan farmasi.

Kemunduran Dinasti Umayah

Kemunduran Umayah di Spanyol ditandai dengan perebutan kekuasaan secara internal dinasti. Khalifah seperti Hisyam II (976 M) diangkat menjadi khalifah ketika berusia 10 tahun dianggap tidak pantas sehingga dipecat oleh pemuka Umayah; dan setelah itu perebutan jabatan khalifah terjadi. Selama 22 tahun setelah Hisyam II, terjadi 14 kali pergantian. Sejak saat khalifah di Andalusia di hapuskan untuk selamanya, karena tidak ada lagi orang yang layak untuk menjadi khalifah.

Kehancuran Dinasti Umayah dilanjutkan oleh Murabithun, Muwahidin, dan Bani Ahmar. Ketika Spanyol dikendalikan oleh Bani Ahmar yang saling memerangi antara satu dinasti kecil dengan dengan dinasti kecil lainnya. Karena pertentangan internal itu, tentara Kristen dengan mudahnya mengalahkan Islam di Spanyol. Pada tahun 1499 M. Cardinal Ximenez de Cisnores mengunjungi Granada dan diskusi dengan para hakim dan ahli hukum di sana. Hasilnya adalah, pada tahun 1502 M, muslim Granada (spanyol) diberi dua pilihan: masuk Kristen atau keluar dari Spanyol (Jaih Mubarok, 116). Setelah itu, umat Islam dapat dikatakan tidak adala lagi.

Demikianlah ulasan ringkas mengenai masa perkembangan Islam di Dunia (bagian 1). Semoga dapat membuka dan menambah wawasan khazanah keislaman kita dan mudah-mudahan bisa bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Masa Perkembangan Islam di Dunia (Bagian 1)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel